Waspadai, Bahaya Radang Amandel atau Tonsilitis Pada Anak

Penderita tonsilitis atau lebih populer dikenal dengan istilah penyakit radang amandel ini umumnya dialami anak-anak usia 5-15 tahun.

Tonsilitis memang bukanlah penyakit mematikan, namun penyakit ini akan membuat penderitanya merasa sangat menderita karena selain merasakan sakit pada tenggorokan, penderita juga akan mengalami sulit menelan makanan atau minuman sekalipun.

Waspadai, Bahaya Radang Amandel atau Tonsilitis Pada Anak

Tonsilitis atau radang amandel bisa menyerang semua golongan usia. Pada anak-anak, tonsilitis akut seringkali menimbulkan komplikasi. Terutama jika tidak mendapatkan penanganan, kalaupun sembuh dengan sendirinya atau pun mendapat penanganan yang memadai penyakit ini bisa menimbulkan kekambuhan yang kemungkinan besar dapat terjadi tonsilitis kronik.

Waspadai, Bahaya Radang Amandel atau Tonsilitis Pada Anak!

Peradangan dan infeksi amandel bisa mengakibatkan sakit tenggorokan kronis atau berulang, bau mulut, gangguan menelan, tersumbatnya jalan pernapasan bagian atas yang ditandai dengan dengkuran hingga terhentinya jalan pernapasan saat tidur.

Dikutip dari viva.co.id, Spesialis THT, Dr Agus Subagio, Sp. THT dari RS Puri Indah Kembangan, mengatakan “Ini yang membahayakan pasien, dan biasanya anak-anak sangat rentan mengalami amandel, karena daya tahan tubuh mereka yang masih rendah”.

“Radang amandel yang tidak segera ditangani akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti infeksi pada telinga, dan sinus, abses atau bisul pada tenggorokan, sehingga harus dilakukan operasi untuk mengeluarkan nanah hingga gangguan pertumbuhan pada anak,” pungkasnya.

Agar anak-anak terhindar dari penyakit amandel, Anda sebagai orang tua harus waspada. Jangan sampai anak-anak mudah terpapar virus dan bakteri. Karena, kekebalan tubuh anak masih rendah, sehingga mudah mengalami infeksi.

Pun jika mengalami infeksi berulang, akan menekan system kekebalan tubuh.

“Infeksi saluran napas adalah infeksi paling sering yang dialami anak dan paling mudah menular pada anak. Jika sering terjadi infeksi, amandel akan membesar bahkan bengkak yang bisa menghambat saluran pernapasan,” kata agus.

Bliau menyarankan, agar anak terhindari dari masalah infeksi berulang, Anda harus menjalani pola hidup bersih, hindarkan anak dari orang-orang atau lingkungan yang banyak dihuni oleh penderita flu, dan selalu cuci tangan sebelum atau sesudah makan.

Baca juga : Obat tradisional tonsilitis yang efektif untuk anak dan dewasa

Komplikasi yang bisa terjadi jika tonsilitis (radang amandel) tidak ditangani secepatnya

  • Apnea obstruktif – Kondisi yang terjadi ketika dinding tenggorokan menjadi relaks saat tidur yang menyebabkan susah saat bernapas. Kondisi ini juga menyebabkan buruknya kualitas tidur Anda.
  • Demam rematik – Kondisi yang menyebabkan radang di sekujur tubuh dengan gejala berupa ruam kulit dan nyeri sendi.
  • Demam scarlet atau skarlatina – Kondisi yang menyebabkan kulit Anda dipenuhi ruam atau bercak berwarna kemerahan.
  • Infeksi telinga bagian tengah akibat bakteri.
  • Quinsy atau abses peritonsil – Munculnya gumpalan-gumpalan nanah pada amandel dan dinding tenggorokan. Anda yang mengalami komplikasi ini akan merasakan sakit di bagian tenggorokan, mengeluarkan bau napas tidak sedap, sakit kepala, sakit telinga, sulit berbicara, demam tinggi, dan pembengkakan di dalam mulut, juga tenggorokan. (Sumber : alodokter.com)

Itulah informasi seputar bahaya tonsilitis (radang amandel) pada anak yang mesti Anda waspadai. Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat dan membantu.

Waspadai, Bahaya Radang Amandel atau Tonsilitis Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *